Jujur saja, sebenarnya aku yang sekarang adalah seorang pengecut.

Aku berlindung di balik institusi agar keberadaanku ada. Agar aku memiliki nilai. Bukan karena karyaku. Bukan karena perbuatanku. Bukan karena manfaatku pada orang lain. Aku memang seorang pengecut. Padahal, sesungguhnya yang menentukan nilai seseorang adalah dari apa yang sudah diperbuatnya.

Karena seorang pengecut tetaplah pengecut, sampai dia bisa berdiri diatas kakinya sendiri, tanpa tembok organisasi yang melindungi. Aku tetaplah pengecut sampai aku tak lagi membawa-bawa latar belakangku dulu dengan apa yang kulakukan. Perbuatanku pada sesama tidak ada lagi sangkut-pautnya dengan riwayat pendidikanku. Karena, pelaku yang seharusnya melakukan perbuatan itu adalah, bukan aku sebagai mahasiswa dari suatu kampus, tapi aku, aku yang mewakili diriku sendiri.

Dan aku ingin menjadi diriku sendiri. Bukan sebagai anggota unit kegiatan X, bukan sebagai Ketua Himpunan Y, bukan sebagai pegiat komunitas Z, dan juga bukan sebagai aktivis majelis keagamaan AA.

Aku yang sekarang ini memang pengecut. Tapi, aku akan terus mencari pembelajaran. Sampai akhirnya aku telah menjadi aku yang bukan pengecut, aku sebagai aku yang berjalan dengan kakiku sendiri.

Dan pada akhirnya nanti, aku yang sebenarnya adalah aku saat diriku mati. Dan aku adalah apa yang sudah kuwariskan pada dunia.

Ditulis oleh Farhad Zamani