Seluruh tulisan ini dapat diunduh di bit.ly/TeoriGenerasiSH

Abstrak– Apa itu teori generasi Strauss-Howe? Generasi apa saja yang masih hidup? Bagaimana pola pikir dan perilaku tiap archetype generasi? Artikel ini dibuat dalam rangka memahami generasi dengan harapan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan pergerakan yang positif.

Kata Kunci — Definisi generasi; sejarah teori generasi;archetype; turning;saeculum; social mood era.

SEJARAH TEORI GENERASI STRAUSS-HOWE

William Strauss dan Neil Howe adalah sejarawan yang menelusuri sejarah Amerika Serikat (AS) secara mendalam. Dalam buku mereka yang berjudulGenerations, Strauss dan Howe menceritakan sejarah AS sebagai rangkaian biografi generasi dari tahun 1584. Buku inilah yang mendasari teori mereka mengenai generasi. Kedua sejarawan ini mengembangkan teori mereka lebih lanjut dalam buku selanjutnya yaitu The Fourth Turningyang berfokus pada siklus empat tipe generasi dan suasana era di sejarah AS. Walaupun teori ini didasarkan pada sejarah AS, LifeCourse Associates — sebuah institusi konsultasi yang didirikan oleh Strauss dan Howe — terus mengembangkan teori ini dengan mempelajari tren generasi di negara lain dan menemukan siklus yang mirip di kebanyakan negara maju selain AS.

Dengan teori yang Strauss dan Howe ciptakan, banyak prediksi anti-mainstream mereka pada tahun 1991 mengenai generasi Millennial yang lebih berhasil meramalkan perilaku generasi tersebut dalam tahun-tahun berikutnya. Saat kebanyakan ahli lain melihat tren anak muda yang semakin ‘parah’ dari tahun ke tahun, kedua sejarawan AS ini meramalkan angka kriminalitas remaja, kehamilan di luar nikah, konsumsi alkohol, dan rokok di bawah umur akan menurun. Hal ini terbukti benar saat generasi Millennial melalui masa remaja! Bahkan budaya pop yang disebut-sebut akan semakin diwarnai kekerasan dan seks eksplisit juga berganti menjadi lebih bersahabat dan dinaungi merek-merek besar. Sebagai contoh, generasi Millennial saat remaja memiliki tokoh populer bernama Justin Bieber. Selain kedua prediksi yang telah disebutkan, Strauss dan Howe juga berhasil memprediksi iklim politik dan ekonomi di AS sehingga teori ini menjadi populer di berbagai bidang.

DEFINISI GENERASI

Generasi tidak punya satu definisi pasti karena sebetulnya tokoh yang mempelajari generasi tidak hanya dua. Strauss dan Howe mendefinisikan generasi sebagai agregat dari semua orang yang lahir selama rentang waktu sekitar dua puluh tahun atau sekitar panjang satu fase dari masa kanak-kanak, dewasa muda, usia pertengahan dan usia tua. Selain itu terdapat tiga kriteria yang harus dimiliki oleh sebuah generasi yaitu usia lokasi dalam sejarah, kepercayaan dan perilaku yang sama, serta keanggotaan periode yang sama. Kriteria pertama maksudnya adalah generasi yang sama akan mengalami peristiwa sejarah penting dan tren sosial bersamaan. Hal ini akan menyebabkan sebuah generasi akan berbagi beberapa kepercayaan dan perilaku yang sama. Kriteria terakhir artinya sebuah generasi akan mengidentifikasi dirinya sebagai kelompok yang berbeda dibanding generasi lainnya.

ASUMSI DAN BATASAN TEORI GENERASI STRAUSS-HOWE

Perlu dicatat, seluruh kriteria generasi yang disebutkan sebelumnya adalah asumsi dasar Strauss dan Howe dalam merumuskan karakter dari tiap generasi. Asumsi lain dalam teori ini adalah setiap generasi akan cenderung menjadi oposisi generasi lainnya. Sebagai contoh, setiap generasi akan mencoba untuk memperbaiki dan mengkompensasi apa yang mereka persepsikan dari generasi usia pertengahan yang berkuasa pada saat itu. Generational archetype cycle atau siklus pola dasar generasi yang akan dibahas dalam lanjutan tulisan ini didasari oleh asumsi tersebut.

Tabel 1: Generasi yang Masih Hidup

Batasan teori generasi Strauss-Howe terlihat dari cara perumusannya. Studi yang dilakukan kedua sejarawan tersebut dalam merumuskan generasi sangat subjektif karena hanya didasari literatur sejarah yang minim sumber primer. Teori ini bahkan dikritisi oleh banyak pihak yang menganggap teori ini sangat imajinatif karena kurangnya bukti. Selain itu, teori ini juga sangat deterministik dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor mikro di luar peristiwa sejarah yang sifatnya makro. Contohnya, bisa saja seseorang lebih terbentuk oleh tradisi keluarganya yang sangat kuat dibanding tren pada masanya.

Berangkat dari asumsi dan batasan tersebut, Strauss dan Howe berpendapat bahwa terdapat enam generasi yang masih hidup hingga kini. Setiap generasi memiliki nama yang berbeda bergantung pada peristiwa yang terjadi pada masa hidupnya. Secara singkat, Tabel 1 di atas merangkum keenam generasi tersebut.

DIAGONAL GENERASI DAN ARCHETHYPE

Tabel 2: Diagonal Generasi

Dari pola ini akan terbentuk empat pola dasar generasi atau archetypes. Setiap warna pada Tabel 2 yang diberikan melambangkan tiap archetype. Warna biru melambangkan Prophet, warna ungu melambangkan Nomad, warna kuning melambangkan Hero dan warna hijau melambangkan Artist. Setiap archetypememiliki kesamaan sikap dasar terhadap keluarga, risiko, budaya, nilai-nilai, keterlibatan dalam negara dan lain-lain. Secara garis besar, sikap dasar tiaparchetype dapat dilihat dari Tabel 3.

Tabel 3: Archetypes

Prophet lahir setelah sebuah perang besar atau krisis lainnya sewaktu kehidupan masyarakat diremajakan dan terbentuk konsensus. Prophet menjalani masa kanak-kanak dalam keadaan dimanja pada masa pascakrisis, tumbuh besar sebagai crusader yang narsis, moralistik pada usia paruh baya dan menjadi lansia yang bijak. Mereka dikenal karena visi, nilai-nilai dan keagamaannya.

Nomad lahir saat kebangkitan spiritual, masa di mana ideal sosial dan agenda spiritual saat pemuda menyerang institusi yang berkuasa. Nomad menjalani masa kanak-kanak dalam keadaan kurang diproteksi, tumbuh besar dengan keadaan teralienasi, menjadi pemimpin yang pragmatis pada usia paruh baya dan menjadi lansia yang tangguh. Mereka dikenal karena kebebasan, survival dan kehormatannya.

Hero lahir setelah kebangkitan spiritual, masa di mana terdapat pragmatisme individu, kemandirian, tidak campur tangan, dan chauvinisme nasional. Hero menjalani masa kanak-kanak dalam keadaan semakin diproteksi, tumbuh besar sebagai pekerja dalam tim, berenergi dan arogan pada usia paruh baya dan menjadi lansia yang kuat. Mereka dikenal karena komunitas, kemakmuran dan teknologi.

Artist lahir saat perang atau krisis besar, di mana institusi menjadi agresif sehingga tercipta konsensus publik dan pengorbanan pribadi. Artist menjalani masa kanak-kanak dalam keadaan overpretected, tumbuh besar sebagai pribadi yang sensitif, menjadi pemimpin yang sulit menentukan, kemudian menjadi lansia yang berempati. Mereka dikenal kaerna pluralisme, keahlian dan proses hukum yang adil.

TURNINGS, SAECULUM DAN SOCIAL MOOD

Tabel 4: Mood dari Empat Turnings

“Sejarah membentuk generasi dan generasi membentuk sejarah.” Dalam sejarah Anglo-Amerika lima ratus tahun terakhir, terdapat siklus empat tahap dari social mood atau era. Pada setiap awal dari era tersebut masyarakat mengubah bagaimana mereka berpikir tentang dirinya, budaya, negara, dan masa depan. Awal dari setiap era ini dinamakanturning oleh Strauss dan Howe. Ternyata satu siklus penuh dari empat era tersebut berlangsung selama 80–90 tahun. Masyarakat romawi menyebut siklus ini sebagai saeculum yang berarti masa kehidupan seorang manusia.

Generasi kita sekarang berada pada Millennial saeculum. Kita bisa menanggap tiap turning sebagai ‘musim’ dari sejarah. Crisis dapat diibaratkan sebagai musim dingin. Musim ini ditandai oleh pergolakan dimana masyarakat berfokus pada reorganisasi dunia luar dari institusi dan perilaku publik. Bahaya besar akan memprovokasi konsensus sosial, etika pengorbanan pribadi dan ketertiban institusi yang kuat. Musim ekstrim lainnya adalah Awakening yang dapat diibaratkan sebagai musim panas. Musim ini ditandai oleh pembaharuan budaya atau agama, saat masyarakat berfokus pada reorganisasi dunia dalam dari nilai-nilai dan perilaku pribadi. Saat Awakening, etika individualismmenguat dan institusi akan diserang oleh ide-ide sosial baru dan agenda spiritual lainnya. Di antara Crisis dan Awakening terdapat dua musim transisi seperti musim semi yaitu High dan musim gugur yaitu Unraveling. Penjelasan lebih lanjut mengenai setiap turning dapat dilihat pada Tabel 4.

MENGAPA GENERASI PERLU MENJADI PERHATIAN KITA, MAHASISWA?

Dalam konteks pekerjaan di Amerika Serikat, ternyata tiap generasi mempunyai preferensi yang berbeda-beda mengenai isu kerja. Berikut adalah rangkuman dari penemuan dalam survei yang diadakan oleh LifeCourse Associates dengan sampel berukuran 4,986 pekerja dalam 47 perusahaan pada Agustus — September 2011:

  1. Terdapat perbedaan yang signifikan dari antara generasi tua dan muda dalam bekerja.
  2. Generasi Millennial merencanakan karir jangka panjang
  3. Generasi Millennial menginginkan goal jangka pendek dan dapat dicapai
  4. Generasi Millennial mengiginkan panduan langsung
  5. Generasi Millennial menginginkan program bimbingan seperti mentor
  6. Generasi Millennial menginginkan layanan dukungan hidup
  7. Generasi Millennial menginginkan tempat kerja yang nyaman untuk bersosialisasi
  8. Generasi Millennial ingin berkontribusi dalam kehidupan sosial
  9. Generasi Millennial dan X menginginkan teknologi yang mutakhir
  10. Generasi Boomers menghargai etos kerja dan generasi X menghargai etos pasar
  11. Generasi Boomers berfokus pada misi.

Jelas bahwa banyak sekali hal krusial yang berhubungan dengan generasi, apabila kita melihat hasil survei tersebut. Sebagai contohnya, arah pergerakan mahasiswa sekarang mulai berubah. Wajar saja, ternyata pergerakan mahasiswa terdahulu yang diagung-agungkan itu memang dilakukan oleh generasi yang berkarakteristik jauh berbeda dengan generasi sekarang. Mahasiswa terdahulu yang diceritakan berhasil menumbangkan rezim orde baru adalah generasi X sedangkan mahasiswa sekarang mayoritas merupakan generasi Y atau Z. Selain arah pergerakan mahasiswa yang mulai berubah, tidak dapat dipungkiri bahwa metode kaderisasi ataupun pendekatan lainnya dalam berkemahasiswaan juga seharusnya ikut berubah. Terbukti bahwa metode yang lama tidak berhasil diimplementasikan pada saat ini sehingga hasil pergerakan ataupun kaderisasi tidak sesuai harapan.

Tentu saja, argumen penulis tadi adalah dugaan semata, karena studi yang dilakukan oleh Strauss dan Howe berlokasi di Amerika Serikat. Namun, penulis berkeyakinan bahwa teori ini cukup berlaku di Indonesia terutama di perguruan tinggi favorit. Hal ini didasarkan pada populasi mahasiswa yang berasal dari kota-kota maju seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya sangatlah besar sedangkan tim peneliti Strauss dan Howe mengatakan bahwa mereka menemukan pola yang sama di negara-negara maju. Selain itu, penulis yakin bahwa peristiwa G30SPKI pada tahun 1965 dan runtuhnya rezim orde baru saat krisis 1998 adalah suatu bentuk kemiripan dengan siklus sejarah di Amerika Serikat. Seharusnya dengan beberapa penyesuaian, teori generasi Strauss dan Howe cukup berlaku di Indonesia.

Tentu saja, keabsahan teori ini tidak 100% karena penulis sadar bahwa banyak faktor mikro seperti budaya daerah yang masih cukup kental. Kita perlu menyadari bahwa teori ini memiliki asumsi dan batasannya tersendiri. Namun, teori ini dapat dijadikan landasan berpikir untuk menentukan metode ataupun arah pergerakan mahasiswa sekarang.

PENUTUP

Tulisan ini tidak didasari oleh teori yang diciptakan penulis melainkan dibuat dengan mengolah berbagai sumber baik itu dengan menerjemahkan, merangkum ataupun menambahkan opini pribadi penulis. Oleh karena itu, penulis meminta maaf apabila terjadi distorsi bahasa dan kesalahan lain yang muncul dalam tulisan ini. Semoga pengantar teori generasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan serta dapat ditindaklanjuti dengan studi yang lebih mendalam seperti survei persebaran generasi di ITB yang merupakan salah satu mimpi penulis.

Reynaldi Satrio Nugroho
Teknik Industri
13414034
Ketua Divisi Pusat Studi Analisis Data Majalah Ganesha ITB 2016/2017

REFERENSI

Howe, N. & Nadler, R. (2012). WHY GENERATIONS MATTER: Ten Findings from LifeCourse Research on the Workforce. Diperoleh 28 Januari 2016, dari https://www.lifecourse.com/assets/files/Why%20Generations%20Matter%20LifeCourse%20Associates%20Feb%202012.pdf Howe, N. & Strauss, W. (1991). Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069. William Morrow Paperbacks: New York City, _____________. (1997). The Fourth Turning: An American Prophecy — What the Cycles of History Tell Us About America’s Next Rendezvous with Destiny. Broadway Books: New York City. LifeCourse. Generations in History. Diperoleh 28 Januari 2016, dari https://www.lifecourse.com/assets/files/gens_in_history(1).pdf_________. Turnings in History. Diperoleh 28 Januari 2016, dari https://www.lifecourse.com/assets/files/turnings_in_history(1).pdf_________. The LifeCourse Method. Diperoleh 28 Januari 2016, dari https://www.lifecourse.com/about/method/