Kampus gajah sedang ramai-ramainya menjalankan pemira, namun prosesnya seringkali tak kentara. Kedua calon presidennya pun lucu-lucu, yang satu mengangkat tema pasar bebas, satunya lagi mengangkat tema Indonesia 2045. Bakalan cuma setahun njabat kok ya udah mikir kemana-mana to mas, sampeyan ini dalam setahun besok mau ngapain aja? Haha, coba bayangkan dalam setahun kepemimpinan mereka cita-cita itu bisa terlaksana, sungguh hebat dan super mereka berdua! Bisa menjadikan Kabinet KM ITB menarik massa sekampus saja sudah alhamdulillah, ini kok udah mikir Indonesia kedepannya. Memangnya dengan ikut kabinet sampeyan efeknya bisa sepanjang itu ya mas? Kalau memang beneran keren banget sih, tapi kok kayaknya cuma isapan jempol belaka ya? Sebenarnya kalian nyusun itu biar kepilih doang kan? Wahaha naif sekali.

Absurditas ini tak hanya sampai disitu lho. Mas Adit dengan jargonnya “KM ITB hebat” ini ternyata begitu gelisah dengan keadaan saat ini. Dan katanya, ia ingin menyebarkan kegelisahannya! Iya betul, ia ingin menularkan virus kegelisahan kepada orang lain, tepatnya pada seluruh massa kampus. Aneh tapi nyata bukan? Menurut kbbi, definisi gelisah adalah tidak tenteram, selalu merasa khawatir. Jadi massa kampus, bersiaplah untuk merasakan kegelisahan ya. Hidup kalian bakal ga tenang bila ia terpilih. Kalian akan selalu khawatir menjalani perkuliahan, dan karena rasa khawatir kalian itu, kalian akan menjadi siap menghadapi Free Trade Agreement. Loh hubungannya apaan? Entah, mungkin hanya rumput bergoyang yang tahu.

Tapi Mas Adit ini begitu sederhana lho. Bagaimana tidak, kertas promosi yang ia bagikan kepada massa hearing sangat minimalis! Satu lembar saja ia beberkan 8 slide, sungguh cinta lingkungan calon kita satu ini, ia sadar betul bahwa setiap kertas yang kita gunakan berasal dari batang pohon tak bersalah di pelosok hutan. Bahkan tintanya juga menggunakan tinta hitam putih. Dari segi konten, pria ini sangat singkat menyusun bahan, entah karena tak ada inspirasi atau memang ingin to the point. Saat presentasi pilihan katanya pun begitu ia perhatikan, singkat padat dan membingungkan! Kebayang kan betapa hematnya dia bila menjadi presiden? Pasti pengeluaran kabinet akan ia potong empat kali lipat bahkan lebih! Beda halnya dengan calon nomor urut dua. Dari brosurnya saja sudah kelihatan kalau orangnya tak sesederhana Mas Adit. Tintanya berwarna-warni seperti anak kecil mewarnai, jumlah slidenya pun banyak dengan disertai flowchart yang memusingkan kepala. Memangnya siapa sih yang mau membaca diagram yang ruwet itu? Bahkan untuk kampanye saja ia sampai mengadakan survey massa kampus, sungguh cinta statistik Mas Ardhi kita. Saat presentasi Mas Ardhi begitu pede dengan menggunakan kata-kata yang variatif dan imajinatif! Jadi kalian mau milih yang cinta lingkungan atau cinta statistik? Haha.

Ada beberapa hal dari Mas Ardhi yang bagi saya sangat menarik. Dalam hearing unit, ia mengatakan bahwa ingin membentuk ITB Warrior, yang terdiri dari unit-unit bela diri. Tujuannya untuk bertarung melawan para begal yang belakangan ini meneror massa kampus. Entah ini serius atau bercanda, tapi dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa masa kecil Mas Ardhi pasti sangat bahagia. Pasti ia suka menonton power rangers, satria baja hitam, dan kawan-kawannya. Lalu dari situlah muncul ide untuk menjadikan realita ini seperti di dunia masa kecilnya. Hal ini menjadi menarik bagi saya karena dengan gamblangnya Mas Ardhi menawarkan solusi yang sangat absurd. Padahal kan, tidak sesimpel itu mas. Ia bilang bahwa dengan melawan begal, unit-unit bela diri menjadi punya tantangan, dan bisa meningkatkan skill anggota unit tersebut. Bila itu benar-benar dilakukan, apa Mas Ardhi sudah memikirkan bagaimana bila ITB Warrior ini justru yang kalah? Dunia ini nggak kayak di tv tv lho mas, yang baik selalu menang. Imajinasinya tolong lebih realistis dong mas, hehe.